Sehebat apa pun ia dan sepinter apa pun gelar dalam studynya, tak akan lepas dari komunitas persahabatan yang tumbuh diantara mereka, karena salah satu penunjang keberhasilan seseorang adalah pada komunitas perkumpulannya.
Ajaran islam bisa berkembang luas ke seluruh jagad raya ini, pun karena hasil kerja keras Rasulullah dan para sahabatnya, yang rela mengorbankan HTN{harta, tahta & nyawa}. Mereka lebih memikirkan umat islam dari pada kepentingan pribadinya, pernahkah kita membaca sejarah Nabi Muhammad dan para sahabat, saat mereka dilanda kelaparan dengan mengganjal beberapa batu di atas perutnya, agar tidak terasa laper.
Sungguh… engkaulah insan pilihan wahai Rasulullah dan suri tauladan tuk kita semua, khususnya umat islam.
Banyak permasalahan yang terjadi pada diri kita dan tidak mungkin bisa terpecahkan oleh pandangan ataupun tanggapan orangtua dan keluarga, khususnya bagi mereka yang tinggal nan jauh di prantauan, Seperti para pelajar dan pekerja yang telah menaruhkan jiwa, raga dan perasaannya demi menggapai cita-cita serta masa depan yang telah menantinya. Dalam hal ini, tidak ada yang patut untuk di salahkan, baik dari orangtua maupun si anak, karena mereka hidup di alam yang sangat berbeda. Orangtua menginginkan anaknya menjadi yang terbaik dengan mengatur dan mengarahkannya ke jalan yang benar, si anak pun ingin mendapatkan perhatian yang lebih, dikrenakan tidak ada nya tempat untuk mencurahkan isi hati dari segala masalah yang berkelut di alamnya. Oleh karena itu perlu adanya kesepahaman yang sama dan selaras, sehingga si anak tidak merasa terbebani dengan keadaan dan orangtua pun bisa mengawasi tingkah laku si anak tersebut.
Dengan persahabatan hidup pun akan terasa nyaman, bisa saling mengintropeksi sesamanya, melepaskan suka dan lara.
Nabi Muhammad pun telah menganjurkan pada kita tuk saling menjalin silaturhim, baik yang di kenal maupun yang tidak di kenal.
Tak semestinya awal pertemuan tuk bersahabat itu di tempat yang resmi dengan berpakaian safari, bisa jadi saat kita menuggu kendaraan umum, atau di tempat lain, yang terpenting adalah harus di dasarkan dengan rasa ingin merajut ukhuwah karena Allah swt.
Kokohnya persahabatan itu, layaknya sapu lidi yang tidak bisa di patahkan degan tangan, satu sama lain saling menguatkan dan saling menopang kesusahannya.
Adapun kriteria bersahabat adalah sebagai berikut:
1. Persahabatan antara guru dengan muridnya adalah dengan cara mengajarkan ilmunya dengan ikhlash, menjadi panutan tuk murid-muridnya, dan berlaku adil terhadap para muridnya dalam membrikan nilai pelajaran. Sebaliknya antara murid terhadap guru adalah: mematuhi peraturannya, menghargai pelajaran yang di ajarkannya dengan bersungguh-sungguh dalam belajar, dan selalu mendo’akan para gurunya agar di berikan kesehatan dan kemudahan di segala urusan-urusannya.
2. Persahabatan antara pemerintah dengan rakyatnya adalah dengan cara mengatur kemashlahatan rakyat dengan ikhlash jujur dan adil, tidak berlaku sewena-wena terhadap rakyatnya, dan selalu mengintropeksi diri terhadap amanah yang telah Allah berikan kepadanya berupa kepemimpinan. Sebaliknya antara rakyat terhadap pemerintahnya adalah mematuhi segala peraturannya demi kemashlahatan bersama, menghargai segala peraturan yang telah di canangkan pemerintah.
3. Persahabatan yang berbeda umur adalah dengan menghormati, menasehati, menjadi tauladan dan menyayangi yang muda. Sebaliknya yang muda terhadap yang tua adalah menerima nasehat yang membangun demi kemashlahatan, menghoramti haknya sebagai orang yang lebih tinggi umurnya, sopan dan santun ktika berbicara.
4. Persahabatan yang seumur adalah dengan cara saling menasehati sesama, saling menghormati hak serta kewajibannya, dan bersahabat karena Allah swt.
Demikianlah indahnya persahabatan dalam kehidupan kita, dengan beberapa kriteria bersahabat. Marilah kita sambung tali persahabatan agar timbul rasa saling memahami, menyayangi dan saling peduli diantara kita.
Minggu, 01 Maret 2009
Kamis, 26 Februari 2009
Meniti masa depan Anak
Siapa sih yang engak bahagia dan bangga jika melihat anak, saudara ataupun temennya yang berhasil menyelesaikan studynya sampai di jenjang yang lebih tinggi, atau berhasil menciptakan sesuatu yang belum pernah di temukan oleh orang-orang sebelumnya, ataupun bisa bermanfaat tuk orang banyak…?
Itu semua merupakan dambaan setiap orang tua, yang mana mereka mempunyai peran yang sangat penting demi mensukseskan masa depan seluruh anak-anaknya, di karenakan anak adalah titipan / amanah dari Allah swt, yang kelak akan dimintakan pertanggung jawabannya di hadapan seluruh umat manusia.
Kebanyakan para orangtua tidak memahami hakikat terhadap amanah yang Allah telah berikan, yang hanya mereka pikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan uang yang banyak, sehingga bisa terpenuhi seluruh kebutuhan primer dan sekundernya, tanpa memikirkan masalah ibadah, akhlak ataupun hal-hal yang berhubungan dengan ukhrawi.
Keberhasilan seorang anak bukanlah hanya terletak pada kesuksesa study nya saja, akan tetapi terletak pula pada keberhasilan orangtua yang bisa membimbing anak-anaknya, sehingga anak tersebut dapat bermanfaat tuk dirinya, sekitarnya, bahkan negara dan agamanya, walaupun cerminan masyarakat itu terletak pada studynya.
Berbicara masalah keberhasilan study anak, maka tak akan lepas dari pada minat atau keinginan sang anak tersebut untuk menjadi pakar / ahli dalam suatu bidang, dalam hal ini orangtua tidak bisa memaksakan kehendak anak agar bisa menjadi pakar / ahli yang di inginkannya, karena si anak akan merasa terbebani dengan keadaan, yang akan berakibatkan fatal terhadap masa depan anak tersebut, maka biarkanlah anak tersebut berkreasi tuk meniti masa depan yang akan menanti.
Hanya saja orangtua perlu memberikan support dan membinanya, agar kondisi anak bisa terkontrol di masa dininya dan bermanfaat tuk masa depannya.
Oleh karena itu janganlah memaksakan kehendak anak, biarkanlah ia berkembang dan berkreasi untuk meniti masa depannya, karena setiap anak itu spesial. Setiap anak lahir dengan benih potensi yang mampu mengubah dunia.
Itu semua merupakan dambaan setiap orang tua, yang mana mereka mempunyai peran yang sangat penting demi mensukseskan masa depan seluruh anak-anaknya, di karenakan anak adalah titipan / amanah dari Allah swt, yang kelak akan dimintakan pertanggung jawabannya di hadapan seluruh umat manusia.
Kebanyakan para orangtua tidak memahami hakikat terhadap amanah yang Allah telah berikan, yang hanya mereka pikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan uang yang banyak, sehingga bisa terpenuhi seluruh kebutuhan primer dan sekundernya, tanpa memikirkan masalah ibadah, akhlak ataupun hal-hal yang berhubungan dengan ukhrawi.
Keberhasilan seorang anak bukanlah hanya terletak pada kesuksesa study nya saja, akan tetapi terletak pula pada keberhasilan orangtua yang bisa membimbing anak-anaknya, sehingga anak tersebut dapat bermanfaat tuk dirinya, sekitarnya, bahkan negara dan agamanya, walaupun cerminan masyarakat itu terletak pada studynya.
Berbicara masalah keberhasilan study anak, maka tak akan lepas dari pada minat atau keinginan sang anak tersebut untuk menjadi pakar / ahli dalam suatu bidang, dalam hal ini orangtua tidak bisa memaksakan kehendak anak agar bisa menjadi pakar / ahli yang di inginkannya, karena si anak akan merasa terbebani dengan keadaan, yang akan berakibatkan fatal terhadap masa depan anak tersebut, maka biarkanlah anak tersebut berkreasi tuk meniti masa depan yang akan menanti.
Hanya saja orangtua perlu memberikan support dan membinanya, agar kondisi anak bisa terkontrol di masa dininya dan bermanfaat tuk masa depannya.
Oleh karena itu janganlah memaksakan kehendak anak, biarkanlah ia berkembang dan berkreasi untuk meniti masa depannya, karena setiap anak itu spesial. Setiap anak lahir dengan benih potensi yang mampu mengubah dunia.
Selasa, 10 Februari 2009
Kegagalan.
Tahun 2004 yang lalu tepatnya di bulan september, terasa bangga diri ini bisa memasuki universitas handal dan bermutu yaitu universitas Al-azhar cairo-Mesir, yang konon tempat itu adalah sarangnya ilmu-ilmu agama dan bebas mempelajari segala mazhab.
Di mulai dari madzhab yang islami, baik yang plural, sekuler maupun liberal, begitu juga non islami kayak syi’ah, khawarij serta tak ketinggalan pula mazhab yang berbau falsafy baik segala falsafat yang berbau islami maupun yang non islami dan juga pemikiran yang sedang berkembang di zaman serba aneh ini. Itu semua bisa di dapatkan di universitas Al-azhar-Mesir dengan maksud agar para pelajar mengetahui mana yang hak dan batil, serta dapet mengetahui pemikiran-pemikiran apa yang sedang ataupun telah berkembang di zaman yang serba aneh ini.
Ketika itu, semangat ku pun menggebu-ngebu tuk bisa mendalami ilmu-ilmu agama, agar kelak bisa bermanfaat di hari kemudian, hari demi hari ku lalui dengan percaya diri-optimisme dan melangkah secara pasti, seolah-olah ketika itu aku merasa spirit ku tak pernah turun selalu ingin mencoba dan mencoba.
Ujian termin satu dan dua ku hadapi dengan PD, dengan berharap agar bisa naik ke tingkat jenjang yang kebih tinggi. Pada akhir bulan juli turunlah pengumuman hasil dari ujian tuk tahun ajaran 2004-2005, ini lah moment yang sangat di tunggu-tunggu oleh para pelajar, demi kelancaran program study yang mereka jalani.
Namun apa yang ku lihat, ternyata pengumuman itu menyatakan bahwa aku RASIB(sebutan tuk orang yang tidak naik tingkat) meninggalkan 6 mata pelajaran kuliah. Oooohhhhh hancurnya hati ku, awan terasa mendung, bumi terasa gelap, kawan pun terasa lawan.
Tak habis pikir apa yang salah dalam hidup ku ini, percaya diri ku pun luntur, tak ada lagi kesemangatan yang timbul dalam diri ini, apa lagi gairah hidup, seluruh impian terasa hancur benrantakan, depresi ini ku alami selama setahun ajaran pendidikan, tak ku abaikan segalanya hanya ingin mengurung diri tanpa arti.
Di tahun ajaran 2005-2006, tepat dibulan juli turunlah pengumuman hasil ujian yang di nanti-nantikan oleh para pelajar, kembali depresi ku pun timbul karena pengumuman itu pun menyatakan bahwa aku RASIB.
Dunia memang hitam, tak ada yang bisa memahami diri ku ini, seluruh cara tuk memahami dan menguasai pelajaran telah ke terapkan, tapi mengapa…..???.
Setelah 2 bulan berlalu dari turunnya hasil ujian, ku curahkan isi hati ku kepada seorang senior yang kira-kira bisa membimbing ku, agar bisa kembali spirit ku yang hilang dan gairah hidup ku yang memudar.
Darinya, aku mendapatkan evaluasi bahwa diri ku ini over PD lupa pada Allah yang telah memberikan ilmu dan telah memudahkan segala jalan, perlu adanya singkron antara usaha dan do’a, karena tanpa 2 hal itu apalah guna. Itulah yang iya katakan kepada diri ku ini.
Selepas pulang dari rumahnya, ku terapkan apa yang di katakannya, mulai dari perbaikan niat, ibadah, amal kebaikan, usaha dalam menguasai seluruh mata pelajaran dan sering membaca buku rujukan baik di rumah maupun perpustakaan.
Ternyata, setelah ku terapkan apa yang di katakannya, harapan kembali timbul dengan turunnya nilai yang terpampang di papan pengumuman, bahwa aku bisa naik ke tingkat selanjutnya, alangkah senagnya hati ku, terima kasih ya Allah...... engkau telah menyadarkan diri ini dengan keadaan yang bisa ku pelajari.
Aku pun berterima kasih kepada senior ku yang sengaja tak ku sebutkan namanya, semoga Allah memudahkan segala urusannya dalam menyelesaikan studynya.
Mulai saat itu, aku berpikir bahwa tidak ada kegagalan di dunia ini yang Allah berikan kepada hambanya kecuali dari individu itu sendiri, karena Allah swt memberikan ilmu secara mudah, dan beliau pun pengen usaha kita tuk mendapatkan ilmu tersebut, baik dari segi pendekatan diri kepada Allah maupun usaha dalam menguasai pelajarannya, dan yang terpenting adalah niat yang selalu di daur ulang.
Mohon do’a kalian….
Di mulai dari madzhab yang islami, baik yang plural, sekuler maupun liberal, begitu juga non islami kayak syi’ah, khawarij serta tak ketinggalan pula mazhab yang berbau falsafy baik segala falsafat yang berbau islami maupun yang non islami dan juga pemikiran yang sedang berkembang di zaman serba aneh ini. Itu semua bisa di dapatkan di universitas Al-azhar-Mesir dengan maksud agar para pelajar mengetahui mana yang hak dan batil, serta dapet mengetahui pemikiran-pemikiran apa yang sedang ataupun telah berkembang di zaman yang serba aneh ini.
Ketika itu, semangat ku pun menggebu-ngebu tuk bisa mendalami ilmu-ilmu agama, agar kelak bisa bermanfaat di hari kemudian, hari demi hari ku lalui dengan percaya diri-optimisme dan melangkah secara pasti, seolah-olah ketika itu aku merasa spirit ku tak pernah turun selalu ingin mencoba dan mencoba.
Ujian termin satu dan dua ku hadapi dengan PD, dengan berharap agar bisa naik ke tingkat jenjang yang kebih tinggi. Pada akhir bulan juli turunlah pengumuman hasil dari ujian tuk tahun ajaran 2004-2005, ini lah moment yang sangat di tunggu-tunggu oleh para pelajar, demi kelancaran program study yang mereka jalani.
Namun apa yang ku lihat, ternyata pengumuman itu menyatakan bahwa aku RASIB(sebutan tuk orang yang tidak naik tingkat) meninggalkan 6 mata pelajaran kuliah. Oooohhhhh hancurnya hati ku, awan terasa mendung, bumi terasa gelap, kawan pun terasa lawan.
Tak habis pikir apa yang salah dalam hidup ku ini, percaya diri ku pun luntur, tak ada lagi kesemangatan yang timbul dalam diri ini, apa lagi gairah hidup, seluruh impian terasa hancur benrantakan, depresi ini ku alami selama setahun ajaran pendidikan, tak ku abaikan segalanya hanya ingin mengurung diri tanpa arti.
Di tahun ajaran 2005-2006, tepat dibulan juli turunlah pengumuman hasil ujian yang di nanti-nantikan oleh para pelajar, kembali depresi ku pun timbul karena pengumuman itu pun menyatakan bahwa aku RASIB.
Dunia memang hitam, tak ada yang bisa memahami diri ku ini, seluruh cara tuk memahami dan menguasai pelajaran telah ke terapkan, tapi mengapa…..???.
Setelah 2 bulan berlalu dari turunnya hasil ujian, ku curahkan isi hati ku kepada seorang senior yang kira-kira bisa membimbing ku, agar bisa kembali spirit ku yang hilang dan gairah hidup ku yang memudar.
Darinya, aku mendapatkan evaluasi bahwa diri ku ini over PD lupa pada Allah yang telah memberikan ilmu dan telah memudahkan segala jalan, perlu adanya singkron antara usaha dan do’a, karena tanpa 2 hal itu apalah guna. Itulah yang iya katakan kepada diri ku ini.
Selepas pulang dari rumahnya, ku terapkan apa yang di katakannya, mulai dari perbaikan niat, ibadah, amal kebaikan, usaha dalam menguasai seluruh mata pelajaran dan sering membaca buku rujukan baik di rumah maupun perpustakaan.
Ternyata, setelah ku terapkan apa yang di katakannya, harapan kembali timbul dengan turunnya nilai yang terpampang di papan pengumuman, bahwa aku bisa naik ke tingkat selanjutnya, alangkah senagnya hati ku, terima kasih ya Allah...... engkau telah menyadarkan diri ini dengan keadaan yang bisa ku pelajari.
Aku pun berterima kasih kepada senior ku yang sengaja tak ku sebutkan namanya, semoga Allah memudahkan segala urusannya dalam menyelesaikan studynya.
Mulai saat itu, aku berpikir bahwa tidak ada kegagalan di dunia ini yang Allah berikan kepada hambanya kecuali dari individu itu sendiri, karena Allah swt memberikan ilmu secara mudah, dan beliau pun pengen usaha kita tuk mendapatkan ilmu tersebut, baik dari segi pendekatan diri kepada Allah maupun usaha dalam menguasai pelajarannya, dan yang terpenting adalah niat yang selalu di daur ulang.
Mohon do’a kalian….
Sabtu, 07 Februari 2009
Apasih keistimewaannya cerita yang ada di dalam Al-Qur’an…?
Tidak di ragukan lagi, yang namanya dogeng(baca-cerita) sangatlah di gemari oleh setiap umat manusia yang mencakupi seluruh umur, sehingga dengan membaca cerita tersebut bisa mengambil intisari.
Demikian juga halnya dengan Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Nabi Muhammad, agar umatnya bisa mengambil intisari dari kejadian yang telah menimpa kaum-kaum sebelumnya, maka Allah swt memasukan cerita-cerita tersebut ke dalam Al-Qur’an, ini lah salah satu rasa kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya di akhir zaman.
Maha suci engkau ya Allah atas segala sekutunya.
Adapun keistimewaan terhadap cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah:
1. Cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah nyata bukan khayalan belaka, yang di ceritakan oleh para pe-dogeng untuk mengaharapkan imbalan duniawi belaka. Sedangkan tujuan Al-Qur’an mencantumkan cerita tentang kaum-kaum yang terdahulu adalah agar pembaca dapat mengambil intisari dari seluruh kejadian yang telah terjadi.
2. Seluruh cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah nyata dan telah terjadi peristiwanya. Kalau saja pembaca Al-Qur’an itu betul-betul memahami-menelaah dan mentadabburi isi cerita yang ada di dalam Al-Qur’an dengan menyesuaikanya kepada hadis Nabi Muhammad, perkataan para sahabat nabi, ulama dari para tabi’iin dan tabi’ tabi’iin yang shoheh dan berkopenten terhadap tafsir Al-Qur’an dan para imam mufassirin yang shoheh dan berkopenten di bidang tafsir Al-Qur’an. Maka akan mendapatkan bahwa Cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah benar dan telah terjadi peristiwanya.
3. Mempunyai tujuan yang berarti. Inilah perbedaan antara Al-Qur’an dengan kitab-kitab lainnya yang telah di rubah sesuai dengan keinginan hawa nafsunya, seperti injil yang telah di rubah oleh para pembesarnya, taurat yang berada di tangan yahudi pun telah di rubah oleh para pembesarnya.
4. Al-Qur’an mempunyai gaya bahasa yang sangat bagus dan menarik, sehingga seluruh cerita yang ada di dalamnya tidak bisa di rubah oleh siapa pun dan kapan pun juga.
Kiranya inilah beberapa keistimewaan cerita yang ada di dalam Al-Qur’an, yang merupakan peristiwa asli dan telah terjadi, agar umat Nabi Muhammad saw bisa mengambil intisari dari seluruh kejadian yang telah di alami oleh kaum-kaum sebelumnya.
Maha suci engakau ya Allah dan maha benar atas segala firmannya.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Demikian juga halnya dengan Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Nabi Muhammad, agar umatnya bisa mengambil intisari dari kejadian yang telah menimpa kaum-kaum sebelumnya, maka Allah swt memasukan cerita-cerita tersebut ke dalam Al-Qur’an, ini lah salah satu rasa kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya di akhir zaman.
Maha suci engkau ya Allah atas segala sekutunya.
Adapun keistimewaan terhadap cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah:
1. Cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah nyata bukan khayalan belaka, yang di ceritakan oleh para pe-dogeng untuk mengaharapkan imbalan duniawi belaka. Sedangkan tujuan Al-Qur’an mencantumkan cerita tentang kaum-kaum yang terdahulu adalah agar pembaca dapat mengambil intisari dari seluruh kejadian yang telah terjadi.
2. Seluruh cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah nyata dan telah terjadi peristiwanya. Kalau saja pembaca Al-Qur’an itu betul-betul memahami-menelaah dan mentadabburi isi cerita yang ada di dalam Al-Qur’an dengan menyesuaikanya kepada hadis Nabi Muhammad, perkataan para sahabat nabi, ulama dari para tabi’iin dan tabi’ tabi’iin yang shoheh dan berkopenten terhadap tafsir Al-Qur’an dan para imam mufassirin yang shoheh dan berkopenten di bidang tafsir Al-Qur’an. Maka akan mendapatkan bahwa Cerita yang ada di dalam Al-Qur’an adalah benar dan telah terjadi peristiwanya.
3. Mempunyai tujuan yang berarti. Inilah perbedaan antara Al-Qur’an dengan kitab-kitab lainnya yang telah di rubah sesuai dengan keinginan hawa nafsunya, seperti injil yang telah di rubah oleh para pembesarnya, taurat yang berada di tangan yahudi pun telah di rubah oleh para pembesarnya.
4. Al-Qur’an mempunyai gaya bahasa yang sangat bagus dan menarik, sehingga seluruh cerita yang ada di dalamnya tidak bisa di rubah oleh siapa pun dan kapan pun juga.
Kiranya inilah beberapa keistimewaan cerita yang ada di dalam Al-Qur’an, yang merupakan peristiwa asli dan telah terjadi, agar umat Nabi Muhammad saw bisa mengambil intisari dari seluruh kejadian yang telah di alami oleh kaum-kaum sebelumnya.
Maha suci engakau ya Allah dan maha benar atas segala firmannya.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Kamis, 29 Januari 2009
Gimanasih proses penciptaan manusia...?
Allah swt telah menerangkan kriteria penciptaan manusia dalam bermacam-macam bentuk antara lain:
1. Manusia terbuat dari air hina{air mani} tertera di dalam Qs. Al-Mursalat:20.
2. Manusia terbuat dari air tertera di dalam Qs. Al-Anbiya:30.
3. Manusia terbuat dari air mani tertera di dalam Qs. Yasiiin:77.
4. Manusia terbuat dari tanah tertera di dalam Qs. As-Sajadah:7.
5. Manusia terbuat dari segumpal darah tertera di dalam Qs. Al-‘Alaq:2.
6. Manusia terbuat dari tanah liat kering tertera di dalam Qs. Al-Hijr:26.
7. Manusia terbuat dari lumpur hitam yang berbentuk tertera di dalam Qs. Al-hijr:26.
Bagaimanakah cara kita memahami ayat-ayat di atas…!! Bukankah Allah maha benar atas segala firman-firmannya…?
Untuk menjawab kesimpangsiuran pemahaman kita tentang kriteria penciptaan manusia yang beraneka ragam bentuk, maka penulis ingin memisahkan antara penciptaan Adam (manusia pertama) dengan manusia (keturunannya). Sehingga kita bisa memahami apa yang di maksudkan oleh Allah swt dalam firmannya.
Adam adalah manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah swt sebelum jin, ia di ciptakan ke muka bumi ini untuk memimpin, derajatnya melebihi dari pada jin bahkan malaikat-malaikat. Proses penciptaannya adalah: dari debu yang di campur dengan air maka jadilah tanah, kemudian tanah itu berubah menjadi warna hitam pekat dan di beri bentuk, tatkala kering maka jadilah tanah tersebut menjadi tanah liat yang kering tanpa di bakar oleh api ataupun pemanas lainnya.
Setelah proses itu, maka Allah swt meniupkan ruh ke dalam tanah tersebut, maka dengan izinnya jadilah manusia pertama yang bernama Adam.
Sedangkan proses penciptaan manusia (keturunannya) adalah: berawal dari sperma laki yang bercampur dengan wanita, kemudian menjadi segumpal darah yang menempel di dinding rahim wanita tersebut, setelah itu segumpal darah berubah menjadi segumpal daging, maka segumpal daging itu berbentuk menjadi mulut-tulang dan daging yang menyelimuti tulang sampai akhirnya berubah menjadi mahluk yang sebaik-baik bentuk.
Tentang penciptaan manusia (keturunanya) Allah swt telah berfirman dalm surat Al-hajj: 5 yang artinya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”.
Dan dalam surat Al-mu’minun ayat 12-14 yang artinya: “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”.
Beginilah yang di maksudkan dalam firman Allah mengenai penciptaan manusia dalam kutipan beberapa ayat-ayatnya di atas.
Maha suci engkau ya Allah & maha benar atas segala firmannya.
Wallahu ‘alam.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
1. Manusia terbuat dari air hina{air mani} tertera di dalam Qs. Al-Mursalat:20.
2. Manusia terbuat dari air tertera di dalam Qs. Al-Anbiya:30.
3. Manusia terbuat dari air mani tertera di dalam Qs. Yasiiin:77.
4. Manusia terbuat dari tanah tertera di dalam Qs. As-Sajadah:7.
5. Manusia terbuat dari segumpal darah tertera di dalam Qs. Al-‘Alaq:2.
6. Manusia terbuat dari tanah liat kering tertera di dalam Qs. Al-Hijr:26.
7. Manusia terbuat dari lumpur hitam yang berbentuk tertera di dalam Qs. Al-hijr:26.
Bagaimanakah cara kita memahami ayat-ayat di atas…!! Bukankah Allah maha benar atas segala firman-firmannya…?
Untuk menjawab kesimpangsiuran pemahaman kita tentang kriteria penciptaan manusia yang beraneka ragam bentuk, maka penulis ingin memisahkan antara penciptaan Adam (manusia pertama) dengan manusia (keturunannya). Sehingga kita bisa memahami apa yang di maksudkan oleh Allah swt dalam firmannya.
Adam adalah manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah swt sebelum jin, ia di ciptakan ke muka bumi ini untuk memimpin, derajatnya melebihi dari pada jin bahkan malaikat-malaikat. Proses penciptaannya adalah: dari debu yang di campur dengan air maka jadilah tanah, kemudian tanah itu berubah menjadi warna hitam pekat dan di beri bentuk, tatkala kering maka jadilah tanah tersebut menjadi tanah liat yang kering tanpa di bakar oleh api ataupun pemanas lainnya.
Setelah proses itu, maka Allah swt meniupkan ruh ke dalam tanah tersebut, maka dengan izinnya jadilah manusia pertama yang bernama Adam.
Sedangkan proses penciptaan manusia (keturunannya) adalah: berawal dari sperma laki yang bercampur dengan wanita, kemudian menjadi segumpal darah yang menempel di dinding rahim wanita tersebut, setelah itu segumpal darah berubah menjadi segumpal daging, maka segumpal daging itu berbentuk menjadi mulut-tulang dan daging yang menyelimuti tulang sampai akhirnya berubah menjadi mahluk yang sebaik-baik bentuk.
Tentang penciptaan manusia (keturunanya) Allah swt telah berfirman dalm surat Al-hajj: 5 yang artinya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”.
Dan dalam surat Al-mu’minun ayat 12-14 yang artinya: “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”.
Beginilah yang di maksudkan dalam firman Allah mengenai penciptaan manusia dalam kutipan beberapa ayat-ayatnya di atas.
Maha suci engkau ya Allah & maha benar atas segala firmannya.
Wallahu ‘alam.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Apakah cukup dengan Al-qur’an saja….?
Al-qur’an adalah salah satu kitab Allah swt yang di turunkan kepada nabi Muhammad saw dan abadi, untuk menuntun manusia dari jalan yang sesat ke jalan yang di ridhoi oleh Allah swt.
Al-qur’an juga merupakan asas dari pondasi dakwah islam dan pedoman dari segala aspek-aspek yang telah di tetapkan Allah swt kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti: aqidah, hukum syariatnya, tingkah laku, akhlak Dll.
Ia adalah pondasi bahasa arab. Keindahan bahasanya serta tatanan kandungan maknanya merupakan tanda kesempurnaan-keistimewaan yang tiada batas dan tidak akan bisa di tiru oleh siapapun sekalipun dari golongan jin.
Allah swt telah menerangkannya dalam qur'an surat Al-isra ayat 88.
Yang artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". {Qs. Al-isra:88}
Inilah salah satu keistimewaan kitab suci Al-Qur’an yang kekal nan abadi tuk selamanya, tidak akan bisa berubah walau hanya satu huruf saja. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat dan Injil yang mana telah berubah keasliannya.
Akan tetapi, kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an secara kontekstualitas saja, tanpa di barengi dengan penjelasan dari hadis nabi, yang mana merupakan pelengkapnya, karena pembahasan Al-qur’an itu bersifat globalisasi, hadis-lah sebagai penjelas tuk memahami isi kandungan tersebut.
Bukankah Allah swt telah berfirman dalam surat An-nahl ayat 44.
Yang artinya: ...dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. {Qs-An-nhl:44}
.
Inilah yang harus di pahami oleh segenap umat islam, bahwa kedudukan Al-qur’an hanyalah sebagai pedoman saja dan hadis nabi lah sebagai penjelasan dari pedoman tersebut.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Al-qur’an juga merupakan asas dari pondasi dakwah islam dan pedoman dari segala aspek-aspek yang telah di tetapkan Allah swt kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti: aqidah, hukum syariatnya, tingkah laku, akhlak Dll.
Ia adalah pondasi bahasa arab. Keindahan bahasanya serta tatanan kandungan maknanya merupakan tanda kesempurnaan-keistimewaan yang tiada batas dan tidak akan bisa di tiru oleh siapapun sekalipun dari golongan jin.
Allah swt telah menerangkannya dalam qur'an surat Al-isra ayat 88.
Yang artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". {Qs. Al-isra:88}
Inilah salah satu keistimewaan kitab suci Al-Qur’an yang kekal nan abadi tuk selamanya, tidak akan bisa berubah walau hanya satu huruf saja. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat dan Injil yang mana telah berubah keasliannya.
Akan tetapi, kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an secara kontekstualitas saja, tanpa di barengi dengan penjelasan dari hadis nabi, yang mana merupakan pelengkapnya, karena pembahasan Al-qur’an itu bersifat globalisasi, hadis-lah sebagai penjelas tuk memahami isi kandungan tersebut.
Bukankah Allah swt telah berfirman dalam surat An-nahl ayat 44.
Yang artinya: ...dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. {Qs-An-nhl:44}
.
Inilah yang harus di pahami oleh segenap umat islam, bahwa kedudukan Al-qur’an hanyalah sebagai pedoman saja dan hadis nabi lah sebagai penjelasan dari pedoman tersebut.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Langganan:
Postingan (Atom)