Tahun 2004 yang lalu tepatnya di bulan september, terasa bangga diri ini bisa memasuki universitas handal dan bermutu yaitu universitas Al-azhar cairo-Mesir, yang konon tempat itu adalah sarangnya ilmu-ilmu agama dan bebas mempelajari segala mazhab.
Di mulai dari madzhab yang islami, baik yang plural, sekuler maupun liberal, begitu juga non islami kayak syi’ah, khawarij serta tak ketinggalan pula mazhab yang berbau falsafy baik segala falsafat yang berbau islami maupun yang non islami dan juga pemikiran yang sedang berkembang di zaman serba aneh ini. Itu semua bisa di dapatkan di universitas Al-azhar-Mesir dengan maksud agar para pelajar mengetahui mana yang hak dan batil, serta dapet mengetahui pemikiran-pemikiran apa yang sedang ataupun telah berkembang di zaman yang serba aneh ini.
Ketika itu, semangat ku pun menggebu-ngebu tuk bisa mendalami ilmu-ilmu agama, agar kelak bisa bermanfaat di hari kemudian, hari demi hari ku lalui dengan percaya diri-optimisme dan melangkah secara pasti, seolah-olah ketika itu aku merasa spirit ku tak pernah turun selalu ingin mencoba dan mencoba.
Ujian termin satu dan dua ku hadapi dengan PD, dengan berharap agar bisa naik ke tingkat jenjang yang kebih tinggi. Pada akhir bulan juli turunlah pengumuman hasil dari ujian tuk tahun ajaran 2004-2005, ini lah moment yang sangat di tunggu-tunggu oleh para pelajar, demi kelancaran program study yang mereka jalani.
Namun apa yang ku lihat, ternyata pengumuman itu menyatakan bahwa aku RASIB(sebutan tuk orang yang tidak naik tingkat) meninggalkan 6 mata pelajaran kuliah. Oooohhhhh hancurnya hati ku, awan terasa mendung, bumi terasa gelap, kawan pun terasa lawan.
Tak habis pikir apa yang salah dalam hidup ku ini, percaya diri ku pun luntur, tak ada lagi kesemangatan yang timbul dalam diri ini, apa lagi gairah hidup, seluruh impian terasa hancur benrantakan, depresi ini ku alami selama setahun ajaran pendidikan, tak ku abaikan segalanya hanya ingin mengurung diri tanpa arti.
Di tahun ajaran 2005-2006, tepat dibulan juli turunlah pengumuman hasil ujian yang di nanti-nantikan oleh para pelajar, kembali depresi ku pun timbul karena pengumuman itu pun menyatakan bahwa aku RASIB.
Dunia memang hitam, tak ada yang bisa memahami diri ku ini, seluruh cara tuk memahami dan menguasai pelajaran telah ke terapkan, tapi mengapa…..???.
Setelah 2 bulan berlalu dari turunnya hasil ujian, ku curahkan isi hati ku kepada seorang senior yang kira-kira bisa membimbing ku, agar bisa kembali spirit ku yang hilang dan gairah hidup ku yang memudar.
Darinya, aku mendapatkan evaluasi bahwa diri ku ini over PD lupa pada Allah yang telah memberikan ilmu dan telah memudahkan segala jalan, perlu adanya singkron antara usaha dan do’a, karena tanpa 2 hal itu apalah guna. Itulah yang iya katakan kepada diri ku ini.
Selepas pulang dari rumahnya, ku terapkan apa yang di katakannya, mulai dari perbaikan niat, ibadah, amal kebaikan, usaha dalam menguasai seluruh mata pelajaran dan sering membaca buku rujukan baik di rumah maupun perpustakaan.
Ternyata, setelah ku terapkan apa yang di katakannya, harapan kembali timbul dengan turunnya nilai yang terpampang di papan pengumuman, bahwa aku bisa naik ke tingkat selanjutnya, alangkah senagnya hati ku, terima kasih ya Allah...... engkau telah menyadarkan diri ini dengan keadaan yang bisa ku pelajari.
Aku pun berterima kasih kepada senior ku yang sengaja tak ku sebutkan namanya, semoga Allah memudahkan segala urusannya dalam menyelesaikan studynya.
Mulai saat itu, aku berpikir bahwa tidak ada kegagalan di dunia ini yang Allah berikan kepada hambanya kecuali dari individu itu sendiri, karena Allah swt memberikan ilmu secara mudah, dan beliau pun pengen usaha kita tuk mendapatkan ilmu tersebut, baik dari segi pendekatan diri kepada Allah maupun usaha dalam menguasai pelajarannya, dan yang terpenting adalah niat yang selalu di daur ulang.
Mohon do’a kalian….
Selasa, 10 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 Komentar:
weih....akh Assalamualaikum wrwb.
semangat sll y, jangan kendurrr.
daur ulang terus niatnya biar sll lancarrr ....
salam dr indonesia
Posting Komentar