Kamis, 29 Januari 2009

Apakah cukup dengan Al-qur’an saja….?

Al-qur’an adalah salah satu kitab Allah swt yang di turunkan kepada nabi Muhammad saw dan abadi, untuk menuntun manusia dari jalan yang sesat ke jalan yang di ridhoi oleh Allah swt.

Al-qur’an juga merupakan asas dari pondasi dakwah islam dan pedoman dari segala aspek-aspek yang telah di tetapkan Allah swt kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti: aqidah, hukum syariatnya, tingkah laku, akhlak Dll.

Ia adalah pondasi bahasa arab. Keindahan bahasanya serta tatanan kandungan maknanya merupakan tanda kesempurnaan-keistimewaan yang tiada batas dan tidak akan bisa di tiru oleh siapapun sekalipun dari golongan jin.
Allah swt telah menerangkannya dalam qur'an surat Al-isra ayat 88.

Yang artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". {Qs. Al-isra:88}

Inilah salah satu keistimewaan kitab suci Al-Qur’an yang kekal nan abadi tuk selamanya, tidak akan bisa berubah walau hanya satu huruf saja. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat dan Injil yang mana telah berubah keasliannya.

Akan tetapi, kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an secara kontekstualitas saja, tanpa di barengi dengan penjelasan dari hadis nabi, yang mana merupakan pelengkapnya, karena pembahasan Al-qur’an itu bersifat globalisasi, hadis-lah sebagai penjelas tuk memahami isi kandungan tersebut.

Bukankah Allah swt telah berfirman dalam surat An-nahl ayat 44.

Yang artinya: ...dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. {Qs-An-nhl:44}
.
Inilah yang harus di pahami oleh segenap umat islam, bahwa kedudukan Al-qur’an hanyalah sebagai pedoman saja dan hadis nabi lah sebagai penjelasan dari pedoman tersebut.



*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah

0 Komentar:

 

Vhuadi © 2008. Design By: Tlogosari