Allah swt telah menerangkan kriteria penciptaan manusia dalam bermacam-macam bentuk antara lain:
1. Manusia terbuat dari air hina{air mani} tertera di dalam Qs. Al-Mursalat:20.
2. Manusia terbuat dari air tertera di dalam Qs. Al-Anbiya:30.
3. Manusia terbuat dari air mani tertera di dalam Qs. Yasiiin:77.
4. Manusia terbuat dari tanah tertera di dalam Qs. As-Sajadah:7.
5. Manusia terbuat dari segumpal darah tertera di dalam Qs. Al-‘Alaq:2.
6. Manusia terbuat dari tanah liat kering tertera di dalam Qs. Al-Hijr:26.
7. Manusia terbuat dari lumpur hitam yang berbentuk tertera di dalam Qs. Al-hijr:26.
Bagaimanakah cara kita memahami ayat-ayat di atas…!! Bukankah Allah maha benar atas segala firman-firmannya…?
Untuk menjawab kesimpangsiuran pemahaman kita tentang kriteria penciptaan manusia yang beraneka ragam bentuk, maka penulis ingin memisahkan antara penciptaan Adam (manusia pertama) dengan manusia (keturunannya). Sehingga kita bisa memahami apa yang di maksudkan oleh Allah swt dalam firmannya.
Adam adalah manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah swt sebelum jin, ia di ciptakan ke muka bumi ini untuk memimpin, derajatnya melebihi dari pada jin bahkan malaikat-malaikat. Proses penciptaannya adalah: dari debu yang di campur dengan air maka jadilah tanah, kemudian tanah itu berubah menjadi warna hitam pekat dan di beri bentuk, tatkala kering maka jadilah tanah tersebut menjadi tanah liat yang kering tanpa di bakar oleh api ataupun pemanas lainnya.
Setelah proses itu, maka Allah swt meniupkan ruh ke dalam tanah tersebut, maka dengan izinnya jadilah manusia pertama yang bernama Adam.
Sedangkan proses penciptaan manusia (keturunannya) adalah: berawal dari sperma laki yang bercampur dengan wanita, kemudian menjadi segumpal darah yang menempel di dinding rahim wanita tersebut, setelah itu segumpal darah berubah menjadi segumpal daging, maka segumpal daging itu berbentuk menjadi mulut-tulang dan daging yang menyelimuti tulang sampai akhirnya berubah menjadi mahluk yang sebaik-baik bentuk.
Tentang penciptaan manusia (keturunanya) Allah swt telah berfirman dalm surat Al-hajj: 5 yang artinya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”.
Dan dalam surat Al-mu’minun ayat 12-14 yang artinya: “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”.
Beginilah yang di maksudkan dalam firman Allah mengenai penciptaan manusia dalam kutipan beberapa ayat-ayatnya di atas.
Maha suci engkau ya Allah & maha benar atas segala firmannya.
Wallahu ‘alam.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Kamis, 29 Januari 2009
Apakah cukup dengan Al-qur’an saja….?
Al-qur’an adalah salah satu kitab Allah swt yang di turunkan kepada nabi Muhammad saw dan abadi, untuk menuntun manusia dari jalan yang sesat ke jalan yang di ridhoi oleh Allah swt.
Al-qur’an juga merupakan asas dari pondasi dakwah islam dan pedoman dari segala aspek-aspek yang telah di tetapkan Allah swt kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti: aqidah, hukum syariatnya, tingkah laku, akhlak Dll.
Ia adalah pondasi bahasa arab. Keindahan bahasanya serta tatanan kandungan maknanya merupakan tanda kesempurnaan-keistimewaan yang tiada batas dan tidak akan bisa di tiru oleh siapapun sekalipun dari golongan jin.
Allah swt telah menerangkannya dalam qur'an surat Al-isra ayat 88.
Yang artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". {Qs. Al-isra:88}
Inilah salah satu keistimewaan kitab suci Al-Qur’an yang kekal nan abadi tuk selamanya, tidak akan bisa berubah walau hanya satu huruf saja. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat dan Injil yang mana telah berubah keasliannya.
Akan tetapi, kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an secara kontekstualitas saja, tanpa di barengi dengan penjelasan dari hadis nabi, yang mana merupakan pelengkapnya, karena pembahasan Al-qur’an itu bersifat globalisasi, hadis-lah sebagai penjelas tuk memahami isi kandungan tersebut.
Bukankah Allah swt telah berfirman dalam surat An-nahl ayat 44.
Yang artinya: ...dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. {Qs-An-nhl:44}
.
Inilah yang harus di pahami oleh segenap umat islam, bahwa kedudukan Al-qur’an hanyalah sebagai pedoman saja dan hadis nabi lah sebagai penjelasan dari pedoman tersebut.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Al-qur’an juga merupakan asas dari pondasi dakwah islam dan pedoman dari segala aspek-aspek yang telah di tetapkan Allah swt kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti: aqidah, hukum syariatnya, tingkah laku, akhlak Dll.
Ia adalah pondasi bahasa arab. Keindahan bahasanya serta tatanan kandungan maknanya merupakan tanda kesempurnaan-keistimewaan yang tiada batas dan tidak akan bisa di tiru oleh siapapun sekalipun dari golongan jin.
Allah swt telah menerangkannya dalam qur'an surat Al-isra ayat 88.
Yang artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". {Qs. Al-isra:88}
Inilah salah satu keistimewaan kitab suci Al-Qur’an yang kekal nan abadi tuk selamanya, tidak akan bisa berubah walau hanya satu huruf saja. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat dan Injil yang mana telah berubah keasliannya.
Akan tetapi, kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an secara kontekstualitas saja, tanpa di barengi dengan penjelasan dari hadis nabi, yang mana merupakan pelengkapnya, karena pembahasan Al-qur’an itu bersifat globalisasi, hadis-lah sebagai penjelas tuk memahami isi kandungan tersebut.
Bukankah Allah swt telah berfirman dalam surat An-nahl ayat 44.
Yang artinya: ...dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. {Qs-An-nhl:44}
.
Inilah yang harus di pahami oleh segenap umat islam, bahwa kedudukan Al-qur’an hanyalah sebagai pedoman saja dan hadis nabi lah sebagai penjelasan dari pedoman tersebut.
*-: Kutipan dari Buku diktat kuliah
Langganan:
Postingan (Atom)