Minggu, 01 Maret 2009

Indahnya persahabatan….

Sehebat apa pun ia dan sepinter apa pun gelar dalam studynya, tak akan lepas dari komunitas persahabatan yang tumbuh diantara mereka, karena salah satu penunjang keberhasilan seseorang adalah pada komunitas perkumpulannya.

Ajaran islam bisa berkembang luas ke seluruh jagad raya ini, pun karena hasil kerja keras Rasulullah dan para sahabatnya, yang rela mengorbankan HTN{harta, tahta & nyawa}. Mereka lebih memikirkan umat islam dari pada kepentingan pribadinya, pernahkah kita membaca sejarah Nabi Muhammad dan para sahabat, saat mereka dilanda kelaparan dengan mengganjal beberapa batu di atas perutnya, agar tidak terasa laper.

Sungguh… engkaulah insan pilihan wahai Rasulullah dan suri tauladan tuk kita semua, khususnya umat islam.

Banyak permasalahan yang terjadi pada diri kita dan tidak mungkin bisa terpecahkan oleh pandangan ataupun tanggapan orangtua dan keluarga, khususnya bagi mereka yang tinggal nan jauh di prantauan, Seperti para pelajar dan pekerja yang telah menaruhkan jiwa, raga dan perasaannya demi menggapai cita-cita serta masa depan yang telah menantinya. Dalam hal ini, tidak ada yang patut untuk di salahkan, baik dari orangtua maupun si anak, karena mereka hidup di alam yang sangat berbeda. Orangtua menginginkan anaknya menjadi yang terbaik dengan mengatur dan mengarahkannya ke jalan yang benar, si anak pun ingin mendapatkan perhatian yang lebih, dikrenakan tidak ada nya tempat untuk mencurahkan isi hati dari segala masalah yang berkelut di alamnya. Oleh karena itu perlu adanya kesepahaman yang sama dan selaras, sehingga si anak tidak merasa terbebani dengan keadaan dan orangtua pun bisa mengawasi tingkah laku si anak tersebut.

Dengan persahabatan hidup pun akan terasa nyaman, bisa saling mengintropeksi sesamanya, melepaskan suka dan lara.

Nabi Muhammad pun telah menganjurkan pada kita tuk saling menjalin silaturhim, baik yang di kenal maupun yang tidak di kenal.

Tak semestinya awal pertemuan tuk bersahabat itu di tempat yang resmi dengan berpakaian safari, bisa jadi saat kita menuggu kendaraan umum, atau di tempat lain, yang terpenting adalah harus di dasarkan dengan rasa ingin merajut ukhuwah karena Allah swt.

Kokohnya persahabatan itu, layaknya sapu lidi yang tidak bisa di patahkan degan tangan, satu sama lain saling menguatkan dan saling menopang kesusahannya.

Adapun kriteria bersahabat adalah sebagai berikut:

1. Persahabatan antara guru dengan muridnya adalah dengan cara mengajarkan ilmunya dengan ikhlash, menjadi panutan tuk murid-muridnya, dan berlaku adil terhadap para muridnya dalam membrikan nilai pelajaran. Sebaliknya antara murid terhadap guru adalah: mematuhi peraturannya, menghargai pelajaran yang di ajarkannya dengan bersungguh-sungguh dalam belajar, dan selalu mendo’akan para gurunya agar di berikan kesehatan dan kemudahan di segala urusan-urusannya.

2. Persahabatan antara pemerintah dengan rakyatnya adalah dengan cara mengatur kemashlahatan rakyat dengan ikhlash jujur dan adil, tidak berlaku sewena-wena terhadap rakyatnya, dan selalu mengintropeksi diri terhadap amanah yang telah Allah berikan kepadanya berupa kepemimpinan. Sebaliknya antara rakyat terhadap pemerintahnya adalah mematuhi segala peraturannya demi kemashlahatan bersama, menghargai segala peraturan yang telah di canangkan pemerintah.

3. Persahabatan yang berbeda umur adalah dengan menghormati, menasehati, menjadi tauladan dan menyayangi yang muda. Sebaliknya yang muda terhadap yang tua adalah menerima nasehat yang membangun demi kemashlahatan, menghoramti haknya sebagai orang yang lebih tinggi umurnya, sopan dan santun ktika berbicara.

4. Persahabatan yang seumur adalah dengan cara saling menasehati sesama, saling menghormati hak serta kewajibannya, dan bersahabat karena Allah swt.

Demikianlah indahnya persahabatan dalam kehidupan kita, dengan beberapa kriteria bersahabat. Marilah kita sambung tali persahabatan agar timbul rasa saling memahami, menyayangi dan saling peduli diantara kita.
 

Vhuadi © 2008. Design By: Tlogosari